Buku kolaboratif untuk ditulis bersama, halaman demi halaman
Alat gratis untuk menulis buku bersama orang lain. Mulai cerita dengan sebuah premis dan halaman pembuka, atau tambahkan halaman berikutnya ke buku yang dimulai orang lain. Halaman hanya bisa ditambah — tidak ada yang bisa menghapus apa yang kamu tulis, dan kamu bisa mengedit halamanmu sendiri selama 24 jam.
Mulai cerita dan tulis bersama, satu halaman setiap kali
Kru Luar Angkasa
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, orang-orang yang pergi ke orbit bukanlah tentara atau miliarder — hanya orang biasa yang mengisi formulir secara online. Sebuah kursi luar angkasa dibagikan melalui jajak pendapat di internet: "Siapa yang mau terbang? Gratis, sungguhan." Empat puluh juta orang mendaftar; hanya ada enam kursi. Maka satu pesawat luar angkasa yang sempit pun akhirnya membawa Mikhail dari Rusia (yang yakin ini lelucon sampai detik peluncuran), seorang juru masak dari Brasil, seorang programmer dari Korea, seorang petani dari Kenya, seorang mahasiswa dari Kanada, dan seorang pensiunan dari Italia yang terbang "menggantikan cucunya." Mereka tidak punya pelatihan militer — hanya sebuah grup obrolan, sebuah AI pesawat yang berlagak, dan satu pikiran yang sama: "Sepertinya kita memang tidak seharusnya diizinkan naik ke sini." Sebuah komedi hangat tentang enam orang asing dari enam negara yang belajar untuk tidak saling bunuh 400 km di atas permukaan tanah. Tambahkan halaman berikutnya dan lanjutkan penerbangannya.
Jangan Lihat ke Bulan
Pada pukul 3:27 dini hari, setiap ponsel di seluruh negeri terbangun serentak dengan peringatan darurat. Bukan soal cuaca. Bukan latihan. Satu baris, dengan huruf kapital: "JANGAN LIHAT KE BULAN." Tanpa pengirim, tanpa rincian, tanpa "baca selengkapnya." Semenit kemudian, pesan kedua: "Tutup jendela kalian. Tetap di dalam. Jangan menengadah sampai fajar." Dan di luar, orang-orang yang tidak sempat membacanya sudah berdiri di jalanan, wajah menghadap langit. Tanpa berkedip. Ini adalah horor kolaboratif: setiap orang menulis halamannya sendiri tentang malam itu — dari apartemennya sendiri, kotanya sendiri, dengan matanya sendiri (tapi tidak menengadah). Apa yang kau dengar dari balik dinding? Siapa yang mengetuk dengan suara ibumu? Tambahkan halaman berikutnya — hanya saja, jangan lihat ke bulan.
Siapa yang Membunuh Sang Editor
Pemimpin redaksi penerbit itu ditemukan tewas di kantornya yang terkunci — semalam sebelumnya ia berjanji akan "memecat separuh lantai." Pintunya terpalang dari dalam, jendelanya berada di lantai tujuh, dan di atas meja tergeletak secangkir kopi yang baru diminum separuh serta daftar enam nama, satu di antaranya tercoret. Hanya orang dalam yang berada di gedung itu malam itu: sang wakil yang ambisius, seorang penulis yang tersinggung, seorang akuntan yang terlilit utang, penjaga keamanan yang pendiam, mantan istri yang kini menjadi agen sastra, dan seorang pemagang yang "cuma lupa membawa laptopnya." Semua punya motif. Semua punya alibi. Salah satunya adalah kebohongan. Ini adalah whodunit kolaboratif: setiap penulis menambahkan satu petunjuk, satu interogasi, atau satu kejutan — tetapi tak seorang pun boleh menyebut nama pembunuhnya sampai cukup banyak petunjuk tersaji di atas meja. Tambahkan halaman berikutnya dan jalankan penyelidikannya.
📋 Aturan komunitas
Buku kolaboratif tetap bagus hanya jika semua orang menjaganya tetap mudah dibaca. Dengan menulis di sini kamu setuju untuk:
- Bersikap hormat — tanpa pelecehan, hinaan, kebencian, atau mempermalukan orang lain.
- Tanpa kata-kata kasar atau cacian, dan tanpa konten eksplisit atau dewasa (diblokir dan dihapus).
- Tidak ada yang ilegal, tanpa data pribadi orang sungguhan, tanpa ancaman.
- Tanpa spam, iklan, atau tautan — semua itu dihapus otomatis.
- Tulis teksmu sendiri — tanpa plagiarisme atau salin-tempel dari karya lain.
- Bangun ceritanya — lanjutkan, jangan membelokkan atau merusaknya.
Halaman yang melanggar aturan dilaporkan oleh pembaca, disembunyikan otomatis, dan ditinjau. Lihat Ketentuan dan Kebijakan Privasi.