Pola Tes 3D Proyektor

3D yang baik bergantung pada satu hal: menjaga gambar kiri dan kanan tetap terpisah secara ketat agar tiap mata hanya melihat yang seharusnya. Saat pemisahan itu bocor, muncul bayangan ganda — gambar dobel yang samar — dan ilusi kedalaman pun runtuh. Lima pola ini memungkinkan Anda memverifikasi seluruh rantai pada proyektor. Kotak anaglif bergeser memastikan kacamata merah-cyan bekerja, bidang kiri/kanan menunjukkan apakah tiap mata menerima frame yang benar, gradien kedalaman memeriksa kesan dekat dan jauh, pola crosstalk memburu kebocoran bayangan ke mata yang salah, dan grid konvergensi memastikan kedua gambar sejajar. Pakai kacamata Anda dan tiap pola harus tampil persis seperti yang dijelaskan.

Cara pakai

1
Cocokkan pola dengan kacamata Anda

Kacamata kertas merah-cyan memakai pola anaglif; kacamata kerai aktif atau polarisasi memakai pemisahan, crosstalk dan konvergensi.

2
Kenakan kacamatanya

Lihat tiap pola lewat kacamata, bukan dengan mata telanjang, agar Anda menilai apa yang benar-benar diterima mata Anda dalam 3D.

3
Buru bayangan ganda

Pada pola crosstalk, bentuk yang ditujukan untuk mata lain harus tak terlihat. Bayangan dobel samar berarti ada kebocoran yang perlu diperbaiki.

4
Periksa konvergensi dan kedalaman

Grid konvergensi harus bertumpuk bersih, dan gradien kedalaman harus terbaca sebagai kemiringan dekat-ke-jauh yang mulus.

Pastikan tiap mata hanya melihat gambarnya sendiri, tanpa bayangan ganda

Sistem aktif (kacamata kerai) atau polarisasi? Pakai L/R, cek kebocoran, dan konvergensi. Anaglif merah-cyan? Pakai pola anaglif. Kebocoran antar-gambar = bayangan terlihat di mata yang salah — pada proyektor 3D yang dikalibrasi dengan benar, bayangan ini seharusnya tidak terlihat.
Diterbitkan Diperbarui Penulis: